Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, memastikan ketersediaan komoditas pangan dalam kondisi aman hingga Idul Fitri 1447 Hijriah meski harga sejumlah bahan pokok masih bertahan tinggi sejak awal Ramadhan.

Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira dalam keterangan di Cimahi, Rabu, mengatakan pemerintah kota terus melakukan pemantauan terhadap harga dan pasokan bahan pangan di pasar tradisional untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan.

“Kami terus memantau harga pangan. Sejauh ini kondusif dan tidak ada gejolak harga. Untuk stok juga kami pastikan aman,” katanya.

Ia mengatakan juga telah mengingatkan para pedagang agar tidak menjual komoditas yang telah diatur pemerintah melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

“Khusus untuk barang yang diatur secara regulasi dan ada HET mohon ditaati, jangan sampai menjual komoditas di atas HET yang sudah ditetapkan,” katanya.

Sementara itu, harga daging sapi berdasarkan pantauan di Pasar Atas Baru Kota Cimahi masih relatif tinggi di kisaran Rp140 ribu per kilogram.

Pedagang daging sapi Suryana (58) mengatakan harga tersebut belum bisa diturunkan karena sudah dipatok relatif tinggi dari tingkat pemasok.

“Saat ini harganya masih Rp140 ribu per kilogram. Dari bandarnya sudah tinggi, jadi pedagang tidak punya pilihan lain,” katanya.

Ia juga memperkirakan harga daging sapi berpotensi naik menjelang Lebaran seiring meningkatnya permintaan masyarakat, bahkan diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram.

Namun demikian, Suryana juga memastikan stok daging sapi masih mencukupi meskipun penjualan daging sapi mencapai sekitar 800 kilogram per hari, dan biasanya meningkat hingga sekitar 1,5 ton per hari menjelang Lebaran.

Sementara itu, harga daging ayam juga terpantau masih berada di kisaran Rp41 ribu per kilogram atau sedikit lebih tinggi dibanding sebelum Ramadhan yang berada di bawah Rp40 ribu per kilogram.

“Sekarang masih Rp41 ribu per kilogram, tapi tergantung ukuran ayamnya. Biasanya kalau mendekati Lebaran bisa naik lagi, tapi stok aman,” kata Neni (47), pedagang ayam.

Merespons hal tersebut, Pemkot Cimahi menyebut telah melakukan berbagai upaya melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), program Sibesti atau Siapkan Beras untuk Masyarakat, serta penyelenggaraan bazar pangan secara berkala untuk membantu menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026