Kota Bandung (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat telah menyerap hasil panen petani sebanyak sekitar 125.910 ton setara beras hingga awal Maret 2026 untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat Nurman Susilo mengatakan proses penyerapan gabah petani masih terus berlangsung dan diproyeksikan mencapai 694.432 ton setara beras hingga akhir 2026.
“Bulan suci Ramadhan tidak mengurangi intensitas Bulog dalam melaksanakan pengadaan gabah. Kami akan menyerap gabah sebanyak mungkin dan seoptimal mungkin,” kata Nurman di Bandung, Selasa.
Nurman menyatakan, Bulog akan terus mengintensifkan penyerapan gabah sebagai bagian dari upaya memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencapaian target pengadaan gabah nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 4 juta ton.
“Sementara itu, untuk wilayah Jawa Barat pada 2026 Bulog mendapat target pengadaan sebesar 694.432 ton setara beras,” katanya.
Dalam proses pengadaan tersebut, Bulog membeli gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.
Menurut Nurman, upaya penyerapan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat tetap terjaga.
Nurman menambahkan capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, mitra pengadaan, penggilingan padi hingga kelompok tani di Jawa Barat.
Terkait isu adanya “panic buying” beras di masyarakat yang memicu kenaikan harga, Bulog memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Jawa Barat dalam kondisi aman.
“Stok beras kami saat ini mencapai sekitar 592.795 ton setara beras, sehingga tidak ada masalah. Bulog menjamin kebutuhan beras masyarakat tetap tersedia meskipun terjadi lonjakan permintaan,” ujarnya.
Ia menambahkan Bulog akan mengoptimalkan berbagai program stabilisasi pangan seperti penyaluran stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta pasar murah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di masyarakat.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026