Bandung (ANTARA) - Inovasi filter air bersih kolaborasi ITB dan Paragon Corp untuk wilayah terdampak bencana Aceh Tamiang, dikabarkan mengalami kesuksesan dengan berhasilnya teknologi tersebut membantu memulihkan seorang bayi setempat yang menderita diare kronis selama satu bulan pascabencana.
Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Nurlaela Arief menerangkan berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, bayi tersebut berangsur sembuh setelah keluarganya mulai mengonsumsi air hasil filtrasi dari sistem Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile milik ITB, yang dipasang di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Sebelumnya, kondisi kesehatan sang bayi tak kunjung membaik meski telah menjalani pengobatan medis.
"Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri dapat menghadirkan solusi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Nurlaela dalam keterangan di Bandung, Minggu.
Saat ini, kata Nurlaela, teknologi Instalasi pemurnian air kembali ditempatkan di wilayah terdampak bencana Aceh Tamiang, yang diletakkan tepat di tepi Sungai Tamiang untuk menyedot air sungai yang keruh.
Melalui tahap filtrasi, alat ini mampu menghasilkan air jernih dengan kapasitas maksimum hingga 7.200 liter per jam yang layak digunakan untuk sanitasi hingga dikonsumsi sebagai air minum.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Armia Fahmi menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan teknologi dari Bandung yang menempuh perjalanan darat selama satu pekan tersebut.
"Saya berharap dengan dukungan pemerintah dan banyak pihak, kondisi di sini bisa lebih cepat pulih," kata Armia yang menyebutkan pihaknya tengah menjajaki kerja sama lanjutan dengan ITB.
Sekitar 1.200 warga Kampung Sukajadi kini bergantung pada teknologi ini. Air didistribusikan melalui toren-toren di pemukiman penduduk guna memastikan akses merata bagi warga terdampak bencana, selain itu banyak juga yang datang langsung ke instalasi itu.
Memasuki bulan Ramadhan, antrean warga yang membawa galon kosong juga kerap terlihat menjelang sore hari untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa dan sahur.
Program kemanusiaan ini merupakan buah kerja sama Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB dengan dukungan Paragon Corp.
"Ke depan, diharapkan semakin banyak perusahaan yang dapat berkolaborasi dengan ITB untuk menghadirkan inovasi serupa, mengingat teknologi filter air seperti ini terbukti sangat dibutuhkan," ujar Nurlaela.
Inovasi IPA Mobile ini dikembangkan oleh tim ahli di bawah arahan Rektor ITB Tatacipta Dirgantara dengan Ketua Tim Bagus Budiwantoro dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB serta didukung oleh Yayasan LAPI ITB.
Dalam serah terima tersebut, pihak Paragon diwakili oleh Dwi Eliani yang turut menyaksikan langsung distribusi air bersih bagi masyarakat di ujung timur Aceh tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ITB: Teknologi filter air bantu pulihkan bayi diare di Aceh Tamiang
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026