Bandung (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengemukakan Komisi Teknis terkait sedang melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul adanya laporan menu tidak layak, termasuk temuan belatung di wilayah Bandung Raya.
Dasco menyatakan bahwa keluhan dari orang tua murid mengenai kualitas makanan selama bulan Ramadhan telah diterima sebagai masukan penting bagi legislatif untuk segera diperbaiki oleh pihak pengelola program.
"Masukan ini juga sudah disampaikan oleh Komisi Teknis kepada pihak MBG untuk mengadakan perbaikan dan evaluasi-evaluasi," ujar Dasco di Kampus ITB, Bandung, Kamis.
Lebih lanjut, Dasco mengatakan DPR terus memantau persentase keluhan dibandingkan dengan jumlah dapur yang memberikan manfaat guna memastikan efektivitas program di tengah laporan adanya menu "rapel" yang kondisinya sudah asam atau membusuk.
Laporan menu MBG yang tidak layak, mencuat setelah sejumlah orang tua murid di Kabupaten Bandung menemukan belatung pada buah manggis dan fla singkong yang sudah basi.
Wati, salah satu orang tua murid di MI Al-Halim, Cangkuang mengaku kaget saat mendapati paket makanan yang dibagikan pada hari ketiga Ramadhan ternyata berisi buah busuk.
"Saya kaget ada belatung (di manggis) dan (singkong) sudah busuk. Anak saya tidak makan, cuma roti sama susu yang dikonsumsi," kata Wati.
Keluhan serupa juga datang dari orang tua siswa berbagai tingkatan di Kabupaten Bandung lainnya. Beberapa wali murid memprotes menu yang dianggap jauh dari standar gizi, seperti paket yang hanya berisi satu buah jeruk dan dua bolu kukus, hingga paket bahan mentah berupa ayam dan tempe yang justru membebani orang tua untuk memasak sendiri.
Program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi penerima manfaat, namun kendala distribusi dan kualitas bahan baku di lapangan kini menjadi catatan kritis bagi otoritas terkait.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DPR evaluasi laporan adanya belatung pada menu MBG di Bandung
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026