Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan langkah ekstrem guna menjamin kelancaran arus mudik Idul Fitri 1447 H dengan memberikan kompensasi uang saku kepada sopir angkot, penarik becak, hingga kusir delman agar libur di sepanjang jalur utama mudik.

Kebijakan meliburkan angkutan lokal tersebut diambil agar tidak terjadi penyumbatan arus lalu lintas bagi pemudik yang melintasi Jawa Barat menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Pemprov Jabar tidak akan membebani Polri terlalu berat. Saya sudah lapor ke Pak Kapolda, seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong, dan berbagai hal lainnya akan diliburkan menjelang dan setelah Idul Fitri," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Kamis.

Pria yang akrab disapa KDM tersebut menjelaskan para pengemudi yang berhenti beroperasi selama satu pekan akan mendapatkan uang saku sebagai pengganti penghasilan harian mereka.

Hal ini diprediksi akan menarik perhatian publik karena menyentuh langsung aspek ekonomi masyarakat kecil sekaligus solusi kemacetan di titik-titik pasar tumpah.

"Pada saat mudik, (sopir angkot) bisa tinggal di rumah bersama keluarganya dan mendapat uang pengganti selama seminggu tidak bekerja," katanya.

Mudik lebaran 2025 lalu program kompensasi ini diberikan kepada 1.322 sopir angkot di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor.

Selain itu, 463 pengemudi becak di Kabupaten Garut, Cirebon, dan Subang, serta 782 pengemudi delman di Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Bandung Barat juga menerima bantuan serupa.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026