Mataram (ANTARA) - Kabar gembira bagi para petualang, info terbaru pembukaan pendakian Gunung Rinjani 2026 kini memasuki tahap krusial.
Pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tengah melakukan survei jalur menyeluruh untuk memastikan keamanan lintasan sebelum gerbang pendakian resmi dibuka bagi publik.
Langkah ini diambil guna mengecek kondisi fisik jalur pasca penutupan musiman dan meminimalisir risiko bagi para pendaki yang telah menantikan momen ini.
"Ini salah satu upaya untuk peningkatan keselamatan jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani," kata Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan adapun lokasi jalur pendakian yang disurvei di antaranya jalur pendakian Aik Berik, Timbanuh dan Tetebatu.
Selain itu, telah dilakukan survei perencanaan pembangunan sarana pengaman di jalur pendakian Sembalun, Torean dan Senaru.
Kegiatan ini meliputi penentuan titik lokasi pembangunan shelter, pemasangan railing, perbaikan dan penataan jalur, hingga menelusuri sumber mata air, karena air adalah nadi kehidupan di ketinggian terutama di Plawangan Sembalun.
"Kemudian hasil survei tim akan menjadi pedoman utama dalam peningkatan dan pembangunan sarana serta prasarana pendakian," katanya.
Ia mengatakan setiap temuan di lapangan mulai dari kondisi jalur, titik rawan, kebutuhan fasilitas keselamatan, hingga aspek kenyamanan pendaki dicatat dan dianalisis secara menyeluruh.
"Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas perbaikan dan pengembangan fasilitas, agar proses pendakian dapat berlangsung lebih aman, nyaman, tertata, dan tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan," katanya.
Ia mengatakan melalui langkah ini, pengelolaan jalur pendakian tidak dilakukan secara asumsi, melainkan berbasis data dan kondisi riil di lapangan.
"Harapannya, seluruh jalur dapat terus ditingkatkan kualitasnya sehingga mampu memberikan pengalaman pendakian yang lebih baik tanpa mengesampingkan aspek konservasi," katanya.
Di masa penutupan jalur pendakian pada awal 2026 berbagai upaya terus dilakukan sebagai bentuk komitmen Balai Taman Nasional Gunung Rinjani untuk mewujudkan pendakian yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan saat dibuka kembali.
"Karena pendakian yang baik selalu dimulai dari perencanaan yang matang," katanya.
Baca juga: Siap-siap War Tiket! Pendakian Rinjani Dibuka Maret 2026, Wajib Pakai Gelang RFID Baru
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Balai TNGR survei lokasi jalur pendakian Gunung Rinjani
Pewarta: Akhyar RosidiEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.