Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melakukan investigasi mendalam terkait kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tiga kecamatan.

Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan di Cianjur, Senin, mengatakan hal tersebut dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntahan yang diperkirakan baru keluar dalam dua pekan ke depan.

"Sampel sudah dibawa untuk mengetahui penyebab pasti keracunan, di mana durasi pemeriksaan hasil uji laboratorium diperkirakan memakan waktu tujuh hingga 14 hari," katanya.

Investigasi dilakukan dengan sejumlah poin krusial yang menjadi bahan evaluasi termasuk terkait pendistribusian makanan kepada para siswa.

"Kami pelajari konsistensi waktunya mulai dari bahan baku, pengolahan, sampai pendistribusian ke tangan siswa, karena secara medis sebaiknya dikonsumsi sebelum empat jam. Risiko perubahan zat kimia seperti nitrat yang dipicu bakteri pengurai dapat menyebabkan keracunan," katanya.

Sedangkan terkait sekitar 300 siswa yang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG di Kecamatan Cikalongkulon, Sukanagara, dan Kadupandak, saat ini sudah seluruhnya pulih dan sudah kembali beraktivitas normal.

Namun pihak meminta tenaga kesehatan di masing-masing puskesmas tetap memantau kondisi siswa yang ada di wilayah kerja masing-masing guna memastikan tidak ada keluhan setelah mendapat pertolongan medis di puskesmas maupun rumah sakit.

"Kami berharap tidak ada lagi kasus keracunan di Cianjur, dengan memastikan pelayanan seluruh dapur sesuai prosedur dan mendapat pengawasan setiap harinya," kata dia.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Cianjur investigasi mendalam terkait kasus keracunan siswa

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026