Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, menangkap tiga orang pelaku pengeroyokan RZ (19), AR (18) dan NR (28) terhadap kurir paket Abdul Qudus (24) warga Kecamatan Pasirkuda yang mengalami luka serius di sejumlah anggota tubuhnya.
Kapolsek Tanggeung AKP Dedi Suryaman di Cianjur, Jumat, mengatakan ketiga pelaku ditangkap setelah petugas menerima laporan resmi dari korban pengeroyokan dan melakukan penyelidikan serta meminta keterangan saksi.
"Akibat perbuatan para pelaku membuat korban yang sehari-hari bekerja sebagai kurir paket mengalami luka serius, pengeroyokan yang dilakukan dipicu masalah pengiriman dan pembayaran paket dengan sistem bayar di tempat atau Cash on Delivery (COD)," katanya.
Dia menjelaskan dua orang pelaku RZ dan AR ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan, sedangkan NR ditangkap dalam perjalanan saat hendak melarikan diri, sehingga ketiganya digiring ke Polsek Tanggeung.
Di hadapan petugas, para pelaku mengatakan aksi pengeroyokan yang dilakukan karena tersinggung dengan pesan singkat dari korban pada ibunya karena tidak ada di rumah saat mengantarkan paket, sehingga mereka nekat melakukan penganiayaan.
"Korban mengirim pesan singkat melalui WhatsApp karena pemilik paket tidak ada di rumah, namun pelaku yang membaca pesan tersebut merasa tersinggung sehingga melakukan penganiayaan terhadap korban," katanya.
Seperti diberitakan seorang kurir paket di Kecamatan Pasirkuda Abdul Qudus, menderita luka serius akibat dikeroyok tiga orang pria yang mengaku merasa tersinggung dengan pesan singkat yang di kirim pada ibunya karena saat hendak mengantarkan paket tidak berada di rumah.
Korban mengalami luka robek di sejumlah anggota tubuhnya terutama di bagian kepala yang sempat mengeluarkan darah segar karena dikeroyok para pelaku di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Kamis.
Teman korban Muhammad Aang (26) mengatakan kejadian berawal ketika korban mengantarkan paket dengan sistem pembayaran di tempat atau Cash on Delivery (COD), namun pemesan tidak ada di rumah sehingga transaksi tidak terjadi, sehingga korban mengirim pesan.
"Pesan yang dikirim meminta pemesan paket untuk menitipkan uang pembayaran pada orang yang ada di rumah agar transaksi dapat dilakukan, pesan tersebut katanya membuat para pelaku tersinggung, sehingga melakukan penganiayaan," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.