Apresiasi diberikan atas perilaku yang lebih luas, seperti mampu bersikap sabar, mau beribadah, memilih makanan sehat saat berbuka, atau menyisihkan uang untuk sedekah.
Reward difokuskan sebagai apresiasi orang tua, sementara nilai spiritual dan pemahaman bahwa puasa membawa kebaikan bagi diri dan orang lain lebih ditekankan.
Memasuki usia sekolah akhir hingga remaja awal, penggunaan reward fisik sebaiknya diminimalkan. Penguatan lebih difokuskan pada dialog, refleksi, dan rasa bangga terhadap diri sendiri. Anak diajak menyadari bahwa puasa melatih pengendalian diri, memperkuat hubungan spiritual, dan membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Reward, jika digunakan, sifatnya simbolik dan berbasis pengalaman, bukan materi.
"Anak sudah lebih mampu merefleksikan pengalaman dan memahami makna ibadah," kata Mariska.
Di semua tahap, orang tua disarankan menerapkan proses fading, yaitu pengurangan reward secara bertahap. Tujuannya agar anak beralih dari motivasi berbasis hadiah ke motivasi intrinsik, sehingga anak mampu merasakan kepuasan batin, makna spiritual, dan manfaat kesehatan dari puasa itu sendiri.
“Dengan pendekatan ini, reward tidak merusak makna ibadah, tetapi menjadi jembatan awal yang membantu anak belajar, tumbuh, dan memaknai puasa sesuai tahap perkembangannya,” kata Mariska.
Dengan bimbingan yang tepat, Ramadan dapat menjadi pengalaman yang aman, hangat, dan mendidik. Anak tidak sekadar belajar menahan lapar, tetapi memahami nilai, ibadah, dan kebiasaan yang menyehatkan tubuh dan jiwa.
Baca juga: Begini cara mengajarkan puasa pada anak, bertahap dan tanpa tekanan
Baca juga: Konsumsi vitamin C dan zinc jaga daya tahan tubuh saat berpuasa
Baca juga: Maag dan vertigo menjadi gangguan kesehatan paling umum saat berpuasa
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tips orang tua mengenalkan puasa Ramadan pada anak sesuai usia
Pewarta: Farika Nur KhotimahEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.