Bandung Barat (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan mengubah pola tanam di kawasan rawan longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dengan mengganti tanaman hortikultura menjadi tanaman perkebunan yang berakar kuat.

“Kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah dengan kemiringan tajam menjadi tanaman perkebunan, seperti kelapa, kopi, dan alpukat. Anggarannya sudah tersedia, tinggal menunggu usulan dari Pak Bupati dan Pak Gubernur. Kami akan bergerak cepat,” kata Amran saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Rabu.

Ia menilai perubahan pola tanam tersebut penting dilakukan untuk mencegah kejadian longsor terulang, terutama di wilayah dengan tingkat kemiringan lahan antara 20 hingga 45 derajat.

“Kalau ini tidak dilakukan, kejadian seperti ini akan terulang kembali. Ini sangat rawan,” ujarnya.

Menurut dia, kawasan yang saat ini ditanami hortikultura akan ditata ulang, karena tanaman perkebunan memiliki sistem perakaran yang lebih dalam, sehingga mampu menahan tanah dan mengurangi risiko erosi.

Ia menyampaikan langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden terkait pengembangan tanaman perkebunan nasional seluas 870 ribu hektare, dengan prioritas pada daerah rawan bencana.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai usulan yang diperlukan, karena anggaran yang kami kelola cukup besar dari arahan Presiden,” katanya.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026