Garut (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Jawa Barat terus mendorong penyerapan tenaga kerja disabilitas agar berkarya mendapatkan hak bekerja yang sama di sektor formal maupun informal.
"Saudara-saudara kita memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan, dan hak yang sama untuk dapat berkarir di sektor formal suatu perusahaan," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Disnakertrans Garut, Rahany Eka Pratiwi saat memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Garut, Senin.
Ia menuturkan, Pemkab Garut selama ini terus memberikan perhatian terhadap penyandang disabilitas agar mendapatkan hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan seperti masyarakat umumnya.
Disnakertrans Garut, kata dia, memiliki kewenangan menyosialisasikan serta mendorong perusahaan di sektor formal maupun informal agar memenuhi hak penyandang disabilitas dalam dunia kerja.
"Kami tetap memiliki kewajiban untuk dapat meningkatkan SDM agar saudara-saudara kita disabilitas memiliki kompetensi yang dapat bersaing di sektor formal," katanya.
Ia menegaskan, Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Tenaga Kerja Khusus memberikan perhatian serius dalam memastikan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan anak muda memperoleh akses kerja yang setara.
Sejak 2023, lanjut dia, Disnakertrans Garut telah menjalin kerja sama dalam menyiapkan sumber daya manusia penyandang disabilitas melalui berbagai pelatihan keterampilan di antaranya pembuatan kue dan roti serta pelatihan menjahit.
"Kami mempersiapkan SDM yang produktif, artinya umur 18–40 tahun, dan untuk usia 40 plus kami mempersiapkan kegiatan yang bisa diikuti di antaranya pembuatan kue dan roti serta menjahit," katanya.
Perwakilan Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Provinsi Jawa Barat, Aam Ridwan menyatakan, peringatan HDI merupakan momentum penting untuk saling menguatkan dan meneguhkan semangat perjuangan.
Ia mengajak penyandang disabilitas untuk terus membangun rasa percaya diri dan tidak terpuruk oleh keterbatasan fisik, karena selama ini banyak penyandang disabilitas yang tetap eksis di tengah keterbatasannya.
"Maka dari itu, saya mengajak bersama-sama untuk lebih menguatkan hati dan meneguhkan hati kita untuk senantiasa menghadapi kehidupan dengan penuh semangat," kata Aam.
