Sumedang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, Jawa Barat, langsung menurunkan tim usai laporan longsor yang memutus pipa pasokan air bersih tiga desa, di Kecamatan Surian.
Kepala Pelaksana BPBD Sumedang Bambang Rianto di Sumedang, Kamis, menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan kajian dan mendata dampak yang terjadi akibat longsor.
"Kejadian tersebut betul, kami segera menerjunkan tim pusdalops BPBD ke lokasi untuk kajian terhadap kejadian tersebut," ujarnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, seperti Camat dan Forkopimcam, di lokasi guna memastikan penanganan lanjutan peristiwa tersebut.
Sementara itu, Camat Kecamatan Surian Ahmad Aradea membenarkan peristiwa longsor yang menyebabkan putusnya pipa pasokan air bersih ke tiga desa.
"Kejadian tersebut benar terjadi dan saya mendapat laporan dari aparat Desa Pamekarsari bahwa kejadian longsor ini memutus pipa air bersih ke tiga desa di wilayah kami dan merusak lahan pertanian warga," jelasnya saat dihubungi.
Adapun ketiga desa yang terdampak tersebut adalah Desa Pamekarsari, Ranggasari, dan Wanasari.
Dirinya juga menyebut bahwa rusaknya pipa paralon yang diperkirakan ratusan meter menyebabkan kerugian materi yang cukup besar karena dibangun melalui swadaya desa.
“Jarak pipa ke desa ini ratusan meter, dan total ke tiga desa kemungkinan lebih panjang lagi. Paralon berukuran besar itu harganya sekitar Rp12 juta per rol,” jelasnya.
