Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi bergerak menguat seiring dengan respons positif pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed.
IHSG dibuka menguat 60,98 poin atau 0,70 persen ke posisi 8.761,90.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,96 poin atau 0,70 persen ke posisi 862,92.
"Diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 8.625- 8.750," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari mancanegara, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed sesuai perkiraan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) untuk ketiga kalinya pada tahun ini, menjadi ke level 3,75 persen.
Namun demikian, The Fed memberikan sinyal bahwa ambang batas untuk pelonggaran lebih lanjut akan lebih tinggi, sehingga memicu ketidakpastian tentang arah kebijakan moneter ke depan.
Sebagai tanda meningkatnya perpecahan di The Fed, terdapat tiga suara yang menentang keputusan penurunan suku bunga, dengan dua suara mendukung penangguhan, dan satu suara lebih memilih pemangkasan sebesar 50 bps.
The Fed masih memperkirakan hanya satu kali penurunan suku bunga pada 2026, atau tidak berubah dari perkiraan terakhirnya sekitar tiga bulan lalu.
Grafik proyeksi suku bunga (dot plot) menunjukkan perkiraan median sebesar 3,4 persen untuk suku bunga pada akhir tahun 2026, atau 25 bps lebih rendah dari kisaran saat ini antara 3,5-3,75 persen.
Untuk tahun 2027, The Fed memproyeksikan suku bunga terminal mencapai 3,1 persen, yang mengindikasikan satu kali lagi penurunan suku bunga. Suku bunga diperkirakan akan tetap tidak berubah pada tahun 2028.
Dari dalam negeri, terdapat berita bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan AS yang disepakati Juli 2025 lalu, berisiko gagal karena Indonesia dianggap mengingkari beberapa komitmen, namun belum menjadi sentimen negatif pada perdagangan Rabu (10/12/2025).
