Bandung (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mendesak untuk dilakukannya perbaikan sungai dari hulu hingga hilir Sungai Citarum, sebagai solusi permanen atas bencana banjir di Kabupaten Bandung yang terjadi permanen.
Menurut Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Goena, di Kabupaten Bandung, Rabu, langkah konkret dan komprehensif harus dilakukan, terutama melibatkan komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Bandung, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk perbaikan tersebut.
Pasalnya, Buky menegaskan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut utamanya disebabkan oleh luapan sungai dari hulu, sehingga penyelesaiannya harus melibatkan kolaborasi BBWS Citarum dan Pemerintah Kabupaten Bandung.
"Yang paling penting adalah pasca bencana banjir ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan semua pihak baik dari pemerintah provinsi, Kabupaten Bandung bahkan BBWS, karena banjir ini kan karena juga luapan air sungai dari hulu sehingga harus ada komunikasi dan koordinasi antara pemerintah Kabupaten Bandung dan BBWS," ucap Buky saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Kecamatan Baleendah dalam kegiatan Citra Bhakti.
Dalam kunjungan tersebut, Buky menyebut beberapa titik lokasi banjir memaksa masyarakat terdampak mengungsi di posko yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Sebagai bentuk kepedulian, Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat turut menyalurkan bantuan berupa sembako, alas tidur, dan kebutuhan pokok lainnya kepada korban yang mengungsi di kantor BPBD Kabupaten Bandung.
"Kami dari DPRD sangat prihatin ya atas banjir di Kabupaten Bandung untuk itu citra bhakti kali ini kami hadir untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak sedikit bantuan yang diperlukan seperti sembako, Alas tidur dan kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan," ujar Buky.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Bandung Ali Syakieb mengucapkan terima kasih atas dukungan logistik yang diberikan jajaran legislatif Provinsi Jawa Barat.
Ia juga membenarkan bahwa bencana kali ini melanda wilayah yang luas dan memakan korban.
"Kami atas nama pemerintah kabupaten bandung mengucapkan terima kasih kepada jajaran legislatif provinsi Jawa Barat atas bantuannya kepada masyarakat yang terdampak, ada 15 kecamatan yang terkena bencana banjir ini bahkan bukan hanya banjir tetapi longsor juga yang sampai memakan korban jiwa," ujar Ali Syakieb.
Ali Syakieb kemudian memperkuat desakan Ketua DPRD Jabar mengenai solusi jangka panjang pascabencana, yang memerlukan normalisasi menyeluruh dan perluasan badan sungai.
"Seperti yang sudah disinggung pak ketua DPRD yang harus kita perhatikan bersama adalah bagaimana penanganan pasca bencana banjir ini. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan seperti normalisasi dengan memperbaiki hulu sungai terlebih dahulu karena bila hanya normalisasi saja makan sedimen lumpurnya akan terus turun ke hilir, selain itu diperlukan juga perluasan sungai untuk rencana jangka panjangnya sehingga banjir di kabupaten bandung bisa segera diatasi kedepannya," tutur Ali.
