Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengajukan pengangkatan guru honorer menjadi PPPK dan ASN ke pusat guna menutupi kekurangan 6.444 tenaga guru, terutama guru kelas di tingkat sekolah dasar (SD) di Cianjur.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Minggu, mengatakan selama ini tingkat keterisian jumlah guru berjalan dinamis, meski banyak guru yang sudah masuk usia pensiun, namun pihaknya segera melakukan pengangkatan untuk mengisi kekurangan guru.
"PPPK menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar namun kekurangan tetap terjadi mengingat tidak sedikit guru yang pensiun setiap tahunnya, sehingga dilakukan pengangkatan baru yang kami ajukan ke pemerintah pusat," katanya.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Cianjur kebutuhan guru berstatus Aparatus Sipil Negara (ASN) mulai dari PNS atau PPPK untuk jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP mencapai 18.706 orang.
"Sedangkan kuota yang baru terisi untuk guru ASN sekitar 12.262 orang, sehingga masih ada kekurangan sekitar 6.444 orang yang setiap tahun sudah kami ajukan untuk dilakukan pengangkatan dari guru honorer," katanya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan kekurangan tenaga guru di Cianjur karena banyaknya guru berstatus ASN yang sudah memasuki masa pensiun sehingga untuk mengisi kekosongan selama ini pihaknya terbantu dengan adanya guru honorer.
Saat ini, ungkap dia, sebagian kecil dari kekurangan guru terisi dengan pengangkatan guru dengan status PPPK, dimana tahun ini akan bertambah sebanyak 1.065 orang, sehingga dapat mengisi kekurangan yang masih tinggi terutama guru kelas di tingkat SD.
