Namun, kondisi mendiang Ria kian mulai menurun hingga dokter memutuskan untuk memasang ventilator agar pernafasannya terbantu.
“Setelah itu dilakukan bronkoskopi, ditemukan saluran udara hampir tertutup oleh sel kanker aktif. Dokter langsung lakukan cryosurgery, Ibu dipindahkan ke RS Dharmais 25 September, Alhamdulillah berhasil, jalur nafas dibersihkan. Namun Ibu tetap harus Radioterapi agar tidak tumbuh lagi,” tuturnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Raisa berduka, sang ibu wafat setelah setahun berjuang melawan kanker
