Kuningan (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Tina Wiryawati mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian kawasan hijau di lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jabar, seiring meningkatnya pembangunan wisata yang berpotensi mengurangi daya dukung lingkungan.
Menurut dia, pelestarian kawasan lereng tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi membutuhkan keterlibatan warga untuk menjaga vegetasi dan struktur tanah.
“Jika dibiarkan, ini akan mengundang bencana. Alam punya batas toleransi dan kita semua harus ikut menjaganya,” katanya di Kuningan, Jumat.
Ia menegaskan pembangunan wisata di Gunung Ciremai, harus mengikuti batas ekologis agar keberadaan masyarakat di wilayah bawah tidak terpapar risiko bencana hidrometeorologi.
Tina menyampaikan pentingnya kesadaran kolektif dalam mempertahankan kawasan resapan air, yang menjadi penyangga ekosistem Gunung Ciremai.
Sebagai bentuk komitmen, ia telah merintis pengembangan kawasan pelestarian lingkungan di Dusun Mulyaasih Desa Puncak, Kuningan, sejak 2022 dengan pendekatan berbasis masyarakat.
Program tersebut, kata dia, meliputi penanaman pohon endemik yang mulai langka serta mempertahankan lahan pertanian produktif milik warga.
Ia mengatakan kawasan Dusun Mulyaasih memiliki fungsi strategis sebagai daerah resapan air, sehingga memerlukan perhatian bersama agar tidak berubah menjadi bangunan permanen.
“Kita ingin menunjukkan bahwa menjaga alam dan memberdayakan ekonomi masyarakat bisa berjalan beriringan,” ujarnya.
Ketua DPD Gerakan Masyarakat (Gema) Jabar Hejo Kabupaten Kuningan Ali M. Nur mengatakan langkah pelestarian tersebut sangat diperlukan, karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam menjaga kawasan hijau.
“Program pelestarian ini menjadi contoh politik yang berpihak pada keselamatan lingkungan,” ujarnya.
Ali menilai pelibatan masyarakat menjadi kunci, agar program pelestarian tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Ia menyebut warga akan menjadi pihak pertama yang merasakan dampak, jika kawasan resapan berubah fungsi secara masif.
“Kita harus menguatkan kolaborasi ini. Jangan sampai generasi berikutnya mewarisi risiko banjir dan longsor akibat kelalaian kita,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan komitmen menjaga kelestarian alam dan lingkungan, merupakan aspek penting yang selaras dengan visi pemerintah daerah.
“Visi Kuningan melesat yaitu lestari, menciptakan keseimbangan antara alam dan manusia,” katanya.
Dia menambahkan, kekayaan alam di Gunung Ciremai telah memberi banyak sekali manfaat bagi masyarakat di Kuningan, maka dari itu pemerintah daerah kini benar-benar fokus dalam menjaga dan merawat alam.
“Terlebih Kuningan memiliki kelebihan dengan alamnya. Pemkab Kuningan berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan harmonisasi antara alam dan manusia,” ucap dia.
