Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, penurunan signifikan jumlah daerah yang menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dari sebelumnya 200 menjadi hanya 48 daerah.
“Dalam hampir dua bulan menjabat, kami memantau harga harian. Awalnya ada 200 kabupaten/kota yang harga berasnya berada di atas HET. Setelah kita intervensi, turun menjadi 100, dan kini tinggal 48 kabupaten," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Dia mengaku, sejak dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Badan Pangan Nasional sekaligus bertugas sebagai Menteri Pertanian, Amran langsung mengusung visi besar menurunkan harga beras dan menstabilkan pasar secara nasional.
Menurutnya kini, visi tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Dalam dua bulan pertama masa tugasnya sebagai Kepala Bapanas berbagai langkah strategis yang diinisiasi mulai memberikan dampak gradual terhadap penurunan harga beras di banyak daerah.
Sebagai wujud kerja cepat, ia menegaskan pendekatan kolaboratif lintas lembaga untuk memastikan pengawasan HET berjalan efektif di seluruh rantai pasok.
"Seluruh intervensi pemerintah kini dilakukan secara terpadu dan langsung menyasar kondisi lapangan," jelasnya.
Ia menekankan, pembentukan tim terpadu menjadi kunci. Melalui mekanisme ini, intervensi pemerintah, mulai dari operasi pasar hingga penguatan distribusi cadangan pangan dapat dijalankan lebih masif dan terukur.
Lebih lanjut, dia mengatakan, langkah pengendalian harga dilakukan secara terukur dan dipantau ketat setiap hari.
