Cirebon (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Jawa Barat, menyebut penyaluran Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) oleh Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah kerjanya terus menunjukkan penguatan, dengan outstanding mencapai Rp12,73 miliar hingga November 2025.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan pembiayaan tersebut diberikan kepada 940 pelaku usaha produktif, khususnya UMKM di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).
“K/PMR ini kami dorong sebagai upaya memberikan akses pembiayaan yang lebih sehat agar pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada rentenir,” kata Agus di Cirebon, Senin.
Ia mengatakan program tersebut terbukti mampu meningkatkan kapasitas usaha kecil, karena skema kredit yang lebih ringan dan pengawasannya cukup ketat.
Menurut Agus, pertumbuhan K/PMR sejalan dengan membaiknya kinerja industri BPR di Ciayumajakuning selama Januari-November 2025 yang tercermin dari sejumlah indikator.
Ia menyampaikan penyaluran kredit BPR mengalami peningkatan 4,05 persen (year to date/ytd), sehingga total kredit mencapai Rp2,08 triliun.
Dalam waktu bersamaan, kata dia, kualitas pembiayaan juga meningkat sebesar 1,98 persen secara (ytd).
“Dari sisi aset, BPR mencatat pertumbuhan 0,35 persen (ytd) menjadi Rp2,7 triliun,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pun menunjukkan tren positif, yakni tumbuh 12,73 persen (ytd) hingga mencapai Rp2,46 triliun.
