Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Rabu sore menguat sebesar 43 poin atau 0,26 persen menjadi Rp16.708 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.751 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat di level Rp16.732 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.760 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan nilai tukar rupiah dipengaruhi keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga.
"Penguatan rupiah lebih dipengaruhi oleh keputusan BI untuk tidak menaikkan bunga, sehingga mendorong permintaan obligasi negara tenor pendek oleh asing," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Beberapa data terkait permintaan obligasi yaitu penurunan yield SUN 1 tahun sebesar 3,6 basis points (bps), 3 tahun 7,6 bps, dan 5 tahun bps.
"Penurunan yield berarti kenaikan harga obligasi," kata Rully.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan November 2025 yang berlangsung pada Selasa (18/11/2025) dan Rabu ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen.
Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 3,75 persen.
