Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Rabu di Jakarta bergerak stagnan 0 poin atau 0 persen menjadi Rp16.751 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.751 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah melemah seiring sikap investor menunggu serangkaian rilis data Amerika Serikat (AS).
“Investor menunggu serangkaian rilis data AS untuk mengukur arah kebijakan The Fed,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Hingga saat ini, data yang sudah dirilis terkait ketenagakerjaan (Automatic Data Processing/ADP) dan klaim pengangguran awal yang mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja AS melemah.
Laporan ADP mencatat bahwa perusahaan-perusahaan AS kehilangan rata-rata 2.500 pekerjaan per minggu selama empat pekan yang berakhir pada 1 November 2025.
Kemudian, Initial Jobless Claims (klaim pengangguran awal) untuk pekan yang berakhir pada 18 Oktober 2025 mencapai 232 ribu, di atas 219 ribu yang tercatat pada 19 September 2025. Ini menggarisbawahi berlanjutnya pelemahan pasar tenaga kerja AS.
