Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan rilis data Non Farm Payrolls (NFP) AS periode September 2025 pada Kamis (20/11), yang merupakan salah satu data utama yang dipertimbangkan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunganya.
Pada perdagangan Selasa (18/11), bursa saham Eropa ditutup kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,85 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,27 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,77 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 1,86 persen.
Bursa saham AS di Wall Street juga kompak melemah pada perdagangan Rabu (18/11), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,07 persen ditutup di level 46.091, indeks S&P 500 melemah 0,82 persen ke level 6.617,51, indeks Nasdaq Composite melemah 1,21 persen dan ditutup di level 22.432,75.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 281,93 poin atau 0,57 persen ke 49.001,00, indeks Shanghai menguat 2,19 poin atau 0,06 persen ke 3.942,10, indeks Hang Seng melemah 14,03 poin atau 0,03 persen ke 25.920,00, dan indeks Strait Times menguat 1,54 poin atau 0,04 persen ke 4.506,75.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG menguat di tengah ekspektasi BI tahan suku bunga
