Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpotensi bergerak mendatar seiring ekspektasi Bank Indonesia akan menahan tingkat suku bunga acuannya.
IHSG dibuka menguat 10,52 poin atau 0,12 persen ke posisi 8.427,40. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,16 poin atau 0,02 persen ke posisi 850,08.
"Kecenderungan pelemahan Rupiah diperkirakan akan membuat Bank Indonesia (BI) berpotensi masih mempertahankan BI-Rate tetap pada level 4,75 persen," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Kurs Rupiah mengalami tekanan imbas dari menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) akibat komentar pejabat The Fed yang cenderung hawkish.
Komentar pejabat The Fed tersebut melemahkan harapan akan penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) pada Desember 2025.
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang lebih dari 40 persen atas penurunan FFR sebesar 25 bps pada Desember 2025, atau turun dari 60 persen.
Seiring dengan itu, pelemahan kurs Rupiah diperkirakan akan membuat BI akan mempertahankan BI Rate dalam pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 November 2025 pekan ini.
Di sisi lain, pemerintah telah menambah dana pemerintah di bank, yaitu masing-masing sebesar Rp25 triliun ditempatkan di Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI, serta sebesar Rp1 triliun di Bank Jakarta.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati meningkatnya ketegangan politik antara China dan Jepang, setelah China memperingatkan warganya tentang rencana perjalanan dan studi di Jepang.
