Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Zacky Muhammad Zam Zam mengatakan program ini merupakan langkah strategis, untuk memperluas basis pengawasan partisipatif di tingkat lokal.
Bawaslu Kota Cirebon, lanjut dia, telah mempraktikkan kolaborasi yang efektif dengan berbagai pihak, terutama lembaga pendidikan, agar pengawasan demokrasi tumbuh dari akar rumput.
Ia menambahkan pelibatan pelajar dalam pendidikan politik, merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan demokrasi.
“Ketika kesadaran politik tumbuh di usia muda, pengawasan masyarakat akan semakin kuat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati mengapresiasi inisiatif Bawaslu yang melibatkan pelajar dalam kegiatan pendidikan politik karena dapat memperkuat fondasi kebangsaan dan mendorong lahirnya pemilih cerdas.
“Politik dan demokrasi bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Dengan memahami politik sejak dini, para pelajar akan tumbuh menjadi warga negara yang rasional dan berintegritas,” ujar dia.
