Meski demikian Syirojudin mengingatkan potensi gangguan minor hingga moderat pada sistem komunikasi satelit dan navigasi berbasis GPS, serta kemungkinan gangguan sementara pada komunikasi radio frekuensi tinggi (HF) di wilayah Indonesia.
BMKG merekomendasikan pemantauan intensif terhadap perubahan aktivitas magnet bumi melalui indeks K dan indeks A secara waktu nyata (real-time), serta mendorong sektor transportasi udara dan laut yang bergantung pada sistem GPS untuk menyiapkan protokol komunikasi cadangan.
“Tidak ada alasan untuk panik. Perlindungan magnetosfer membuat ancaman terhadap kehidupan sehari-hari maupun jaringan listrik di Indonesia sangat kecil,” kata Syirojudin .
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG paparkan dampak badai geomagnetik 12-14 November di Indonesia
