Bandung (ANTARA) - Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menyebut pihaknya memerlukan biaya sebesar Rp9,5 miliar untuk dapat menekan masalah banjir Dayeuhkolot dan mempercepat penuntasan persoalan tersebut.
Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu, menjelaskan dana tersebut digunakan untuk delapan langkah strategis yang harus dilakukan dalam penanganan banjir Dayeuhkolot.
"Kedelapan kebutuhan strategis (solusi banjir) ini memerlukan biaya Rp9,5 miliar. Dari 30 perusahaan yang ada di Dayeuhkolot sudah menyatakan siap untuk membantu," katanya.
Ia menyebut delapan langkah strategis tersebut meliputi normalisasi saluran drainase tepi Jalan Moh. Toha, Polder Babakan Sangkuriang, Sungai Cipalasari, serta saluran U-Ditch BBWS Dayeuhkolot.
Kebutuhan lainnya mencakup pembangunan rumah pompa dan pengadaan pompa, pengerukan saluran lingkungan Bojongasih, pengerukan saluran pengaliran di wilayah Bojongasih, Desa Dayeuhkolot, serta kegiatan normalisasi di sejumlah titik rawan banjir lainnya.
Dadang juga menambahkan pihaknya menargetkan penanganan banjir Dayeuhkolot bisa mulai berjalan pada Januari 2026 melalui skema pentaheliks (lintas lima sektor).
