Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak menguat seiring dengan sinyal berakhirnya government shutdown (penutupan pemerintahan) Amerika Serikat (AS).
IHSG dibuka menguat 25,77 poin atau 0,31 persen ke posisi 8.392,28. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,43 poin atau 0,29 persen ke posisi 845,12.
"Dengan munculnya sejumlah sentimen eksternal seperti hasil voting anggaran di AS, pergerakan pasar global bisa menjadi penggerak awal untuk IHSG. Namun, dengan risiko koreksi yang tetap ada karena faktor domestik," kata Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, sentimen positif muncul seiring Senat AS meloloskan RUU untuk mengakhiri penutupan pemerintahan, meski masih menyisakan ketegangan politik di Washington.
Pelaku pasar mencermati voting anggaran di DPR AS, yang akan menentukan akhir dari shutdown pemerintahan AS yang sudah berlangsung 42 hari sejak 1 Oktober 2025.
Apabila disetujui, shutdown bisa berakhir dalam 24 hingga 48 jam, namun pendanaan pemerintah hanya diperpanjang hingga 30 Januari 2026, sehingga risiko shutdown kembali muncul pada awal tahun depan.
Senat AS sudah menyetujui kesepakatan tersebut, dan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan menandatangani RUU itu menjadi undang-undang.
Kesepakatan itu akan memulihkan aktivitas pemerintah federal AS dan memberi kelegaan bagi pegawai serta penerima subsidi, meski butuh waktu agar sistem pemerintahan kembali normal.
Dari dalam negeri, data penjualan eceran menurun 2,4 persen month-to-month (mtm) pada September 2025 akibat anjloknya sektor sandang, namun masih tumbuh 3,7 persen year-on-year (yoy).
