Ia berharap, lulusan perdana ini dapat menjadi pionir dokter berakhlak dan berempati tinggi serta terus berkembang menjadi pemimpin masa depan di dunia kesehatan.
Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof Dr Didi Turmudzi menyebut, pencapaian ini monumental, karena FK Unpas berdiri di masa moratorium nasional pendirian fakultas kedokteran.
"Keberadaan FK Unpas sendiri adalah instruksi Presiden. Jadi, kalian adalah bagian dari sejarah besar Pasundan dan bangsa ini," ujarnya.
Dia menambahkan, FK Unpas juga kini memiliki Rumah Sakit Pasundan sebagai rumah sakit pendidikan yang sedang dikembangkan menjadi rumah sakit unggulan nasional.
Adapun Rektor Universitas Pasundan Prof Dr Azhar Affandi berpesan agar para dokter baru tetap rendah hati dan berintegritas.
"Profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan. Jadilah dokter yang berakhlak, terus belajar, dan siap melayani masyarakat," ujarnya.
Azhar juga membuka peluang bagi lulusan terbaik untuk bergabung sebagai dosen muda FK Unpas, memperkuat regenerasi akademik dan meningkatkan daya saing fakultas.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat dr R Vini Adiani Dewi mengapresiasi karakter para lulusan baru FK Unpas.
Vini optimistis, lulusan FK Unpas akan menjadi tenaga kesehatan berintegritas tinggi yang berkontribusi pada cita-cita Indonesia Emas 2045.
"Saya melihat langsung, mereka bukan hanya cerdas tapi juga punya empati dan akhlak luar biasa. Inilah yang membedakan dokter Unpas dari yang lain," ujarnya.
