Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 1,68 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 1,48 persen dan 1,29 persen.
Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 1,22 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor barang baku yang masing-masing turun 0,75 persen dan 0,61 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DART, KOBX, BUMI, MORA, dan PJHB. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TALF, CHEM, SPRE, NRCA, dan NAYZ.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.129.597 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 71,06 miliar lembar saham senilai Rp27,59 triliun. Sebanyak 290 saham naik, 378 saham menurun, dan 147 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 68,24 poin atau 0,13 persen ke 50.980,00, indeks Hang Seng menguat 47,35 poin atau 0,18 persen ke 26.696,41, indeks Shanghai melemah 15,84 poin atau 0,39 persen ke 4.002,76, dan indeks Strait Times menguat 54,07 poin atau 1,20 persen ke 4.542,20.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG ditutup melemah seiring aksi "profit taking” investor
