Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengapresiasi langkah Kabupaten Sumedang menjadi pelopor penerapan keanggotaan perpustakaan digital berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) di wilayah Bandung Raya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji di Sumedang, Selasa, mengatakan bahwa sistem keanggotaan tersebut akan terintegrasi dengan perpustakaan provinsi dan nasional melalui platform Single Identity Library Membership Card (SimpleID).
“Kami mengapresiasi Sumedang sebagai kabupaten pertama di Bandung Raya yang menerapkan keanggotaan perpustakaan berbasis NIK. Melalui sistem ini, anggota perpustakaan di Sumedang otomatis juga terdaftar sebagai anggota di tingkat provinsi dan nasional,” ujarnya di Festival Literasi Sumedang Tahun 2025.
Dirinya juga menyebut Kabupaten Sumedang memiliki sebagai wilayah tradisi literasi yang kuat, didukung banyaknya komunitas penggiat literasi serta perhatian besar dari pemerintah daerah.
"Kabupaten Sumedang memiliki tradisi literasi yang kuat, bahkan di tahun lalu berhasil mencatatkan peringkat tiga besar urutan tingkat literasi di Jawa Barat," ujarnya.
Menurut data dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Sumedang, capaian literasi dan numerasi Kabupaten Sumedang meningkat signifikan dari tahun 2023 ke 2024 berdasarkan hasil rapor pendidikan.
Untuk jenjang SD, nilai literasi naik dari 70,75 menjadi 84,60, sedangkan numerasi meningkat dari 53,61 menjadi 79,54. Pada jenjang SMP, literasi naik dari 70,10 menjadi 80,73 dan numerasi dari 48,25 menjadi 76,26.
Dirinya berharap, Sumedang akan lahir berbagai gagasan baru, jejaring kolaborasi, serta inovasi program literasi yang dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
Ia juga mengajak masyarakat agar menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi ruang hidup bagi ide, dialog, dan kreativitas masyarakat.
