Bandung (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat menggelar operasi terpadu pemulihan kawasan rawan narkotika yang dilaksanakan serentak di sejumlah wilayah Jabar.
Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen Pol M. Arief Ramdhani mengatakan, operasi ini merupakan bentuk nyata sinergi antarinstansi dalam menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di daerah rawan.
“Operasi ini dilaksanakan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BIN, pemerintah daerah, Bea Cukai, dan Imigrasi. Total ada 273 personel yang diterjunkan,” kata Arief dalam keterangan yang diterima di Bandung, Senin.
Adapun pelaksanaan operasi dilakukan pada 7-8 November 2025 di enam titik, yakni Kelurahan Cicadas dan Kebon Jeruk di Kota Bandung, Kampung Cibogo Tegal di Kabupaten Bogor, Kelurahan Cibabat di Kota Cimahi, Desa Jalaksana di Kabupaten Kuningan, serta Desa Cangkorah di Kabupaten Bandung Barat.
Arief menjelaskan kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan urine terhadap sekitar 230 orang. Hasilnya, 14 orang diamankan dengan rincian 12 orang menjalani proses rehabilitasi, satu orang ditetapkan sebagai laporan kasus narkotika oleh BNNK Bogor, dan satu orang diserahkan ke Polres Cimahi.
Dari tangan tersangka, petugas menyita tiga paket kecil diduga sabu seberat 0,89 gram dan satu linting ganja seberat 0,54 gram. Sementara dari tersangka yang diamankan Polres Cimahi ditemukan alat hisap sabu (bong) dan satu cangklong berisi sisa pakai sabu.
Selain itu, petugas juga menemukan satu paket kecil sabu seberat bruto 0,41 gram tanpa pemilik. Barang bukti tersebut kini tengah diproses secara administratif untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Arief menegaskan, kegiatan operasi terpadu ini merupakan langkah konkret BNN dalam memulihkan kawasan rawan narkotika sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat.
“BNNP Jawa Barat mengimbau seluruh Ketua RT dan RW agar meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan lingkungan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Menurut Arief, peran aktif masyarakat sangat penting dalam deteksi dini serta pelaporan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba.
Ia berharap kewaspadaan bersama dapat mencegah munculnya kembali kawasan rawan narkotika di Jawa Barat seperti yang pernah terjadi di Kampung Ambon dan Kampung Bahari, Jakarta, yang menjadi fokus operasi BNN RI dan Polri beberapa waktu lalu
