Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Provinsi Jawa Barat mendorong upaya pembangunan vertikal sebagai solusi dari masalah keterbatasan lahan sempit di wilayah itu.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana di Cimahi, Senin, berpendapat pola pembangunan horizontal yang selama ini diterapkan tidak lagi ideal untuk kota dengan kepadatan tinggi.
“Wilayah kota ini sangat padat. Jika terus membangun secara horizontal, ruang terbuka hijau akan semakin berkurang. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah pembangunan vertikal, seperti rumah tinggal susun,” ujarnya.
Berdasarkan data dari laman resmi Pemkot Cimahi, saat ini wilayah tersebut memiliki luas lahan sekitar 42,43 kilometer persegi dengan total jumlah penduduk sekitar 600 ribu jiwa atau sekitar satu orang menempati rata-rata sekitar 70 meter persegi.
Meskipun demikian, ia menyebut tidak semua ruang lahan di Cimahi dapat dibangun menjadi permukiman karena memiliki fungsi sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga dibutuhkan peraturan daerah (perda) yang mengatur hal tersebut.
“Perda ini mengatur mana lahan yang bisa dibangun dan mana yang tidak. Memang ada tantangan di lapangan, seperti adanya perubahan status lahan hijau menjadi kawasan perkotaan. Melalui sosialisasi ini kita mencari solusi terbaik agar penataan ruang berjalan sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ngatiyana menjelaskan kegiatan ini salah satu bentuk komitmen bersama untuk berkontribusi dalam penataan ruang di Kota Cimahi.
