Ciamis (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menurunkan personel dan peralatan untuk mengatasi daerah yang terdampak bencana, terutama membantu menyelamatkan masyarakat dan menormalkan kembali fasilitas umum yang terdampak longsor.
"Sudah di-asesmen, sudah mengirim logistik semua, sudah koordinasi ke dinas terkait," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani saat dihubungi melalui telepon seluler di Ciamis, Senin.
Ia menuturkan, hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis sejak beberapa hari ke belakang menyebabkan terjadinya bencana alam hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan bangunan rumah dan jembatan.
Berdasarkan data, lokasi bencana alam di Ciamis, kata dia, pada Sabtu (8/11) terdapat 17 titik, kemudian Minggu (9/11) terdapat 12 titik dengan kejadian paling banyak yakni tanah longsor.
Ia menyampaikan, tim dari BPBD Ciamis maupun dari instansi lainnya langsung turun ke lapangan secara gotong royong untuk menanggulangi daerah yang terdampak bencana, mendata kerusakannya, lalu memasok kebutuhan logistik kedaruratan.
"Gotong royong di TKP longsor, koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pendataan kerusakan akibat bencana," katanya.
Ia menyebutkan, bencana alam yang melanda Ciamis itu seperti tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Ciamis, Cipaku, Panjalu, Panumbangan, kemudian banjir melanda Desa Mekarmukti dan Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisaga.
Selanjutnya cuaca ekstrem melanda Kecamatan Tambaksari, Sadananya, Purwadadi, dan Kecamatan Ciamis, kemudian kerusakan bangunan Jembatan Cikaleho di Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, lalu tanah bergerak di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga.
