Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat sektor ekonomi kreatif dan legalisasi UMKM lewat West Java Festival (WJF) 2025 untuk menggerakkan ekonomi daerah sekaligus melestarikan budaya.
“Festival ini menunjukkan semangat cager, bager, bener, pinter, dan singer yang menjadi fondasi masyarakat Jawa Barat. WJF adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan kreativitas mampu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus melestarikan budaya,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam siaran persnya ketika pembukaan West Java Festival (WJF) 2025 di Kiara Artha Park, Minggu (9/11).
Farhan juga memastikan bahwa Bandung akan selalu berkomitmen untuk menjadi kota yang mendukung pergelaran budaya dan ekonomi kreatif.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan simbolis 1.000 sertifikat Hak Merek, 321 Sertifikat Halal, 100 PT Perorangan, 5 HACCP, dan 17 Koperasi Sehat oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat.
Penyerahan ini menandai perlindungan hukum dan peningkatan standar kualitas produk ekonomi kreatif di Jawa Barat.
West Java Festival (WJF) 2025 merupakan acara yang mewadahi sinergi antardaerah dan inovasi dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya di Jawa Barat.
Festival ini diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung dan detikcom.
Beberapa kepala daerah juga ikut hadir, di antaranya Wali Kota Cimahi, Bupati Bandung Barat, Wakil Wali Kota Sukabumi, dan Wakil Bupati Tasikmalaya, serta dua anggota DPD RI Jawa Barat.
Festival ini telah diakui secara nasional sebagai salah satu acara unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
