Seperti yang disampaikan mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar, beberapa waktu lalu, bahwa tidak ada negara yang tidak berangkat dari sumber daya alam, karena sumber daya alam digunakan sebagai basis pengembangan dalam industri manufaktur pada negara-negara maju.
"Namun yang terpenting adalah bagaimana hasil eksplorasi sumberdaya mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya termasuk meningkatkan pendidikan untuk kemajuan," ucap Sukhyar.
Geomap
Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan dari 128 cekungan sedimen minyak dan gas, baru 20 cekungan dengan sumur produksi, 27 cekungan dengan sumur temuan, delapan cekungan dengan komponen sistem minyak bumi potensial dengan telah tersedia data seismic serta sumur, empat cekungan dengan kejadian rembesan hidrokarbon dengan tersedianya data seismic.
Ada 26 cekungan belum dieksplorasi dengan data geologi, data seismic, dan non-seismic telah tersedia. Sementara 43 cekungan belum dieksplorasi dengan data yang terbatas.
Dilihat dari aspek mineral, dari lima jalur metalogeni yang merupakan hasil mineralisasi logam dari proses magmatik (jalur logam dasar dan logam berharga), dengan total panjang 15.000 km, baru sekitar 7.000 km telah dieksplorasi dan dieksploitasi secara intensif.
Minimnya kegiatan eksplorasi kerap menjadi kendala utama dalam upaya meningkatkan sumber daya dan cadangan baru di sektor pertambangan baik migas, maupun minerba. Padahal, kegiatan ini menjadi pijakan utama dalam menjaga kelangsungan bisnis pertambangan.
Menurut Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, 22 Oktober 2025, kegiatan eksplorasi yang dapat mendorong peningkatan cadangan energi nasional, haruslah dilakukan. Dan Badan Geologi dinilainya bisa mengkoordinasi eksplorasi dengan memanfaatkan infrastruktur dan peralatan yang dimilikinya, baik untuk dilakukan di darat, maupun di laut.
Salah satu yang bisa dimanfaatkan adalah, Geomap, yakni aplikasi layanan online berbasis web untuk akses gratis peta-peta kegeologian yang dihasilkan dari survei dan penyelidikan geologi di Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM.
Penyelidik Bumi ahli muda, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Nela Paramita, menceritakan Geomap yang merupakan sebuah transformasi digital layanan publik peta berbasis IoT (Internet of Things) dibuat sejak 2021 dan diluncurkan ke publik pada 28 Januari 2022 sebagai bagian dari layanan informasi dari Portal Geologi Indonesia (geologi.esdm.go.id/geolindo).
Efisiensi layanan, menjadi salah satu penyebab munculnya Geomap ini, di mana sebelum tahun 2021 permintaan peta geologi pada Pusat Survei Geologi, dilakukan secara manual dengan pengguna melayangkan surat permintaan secara daring dan datang ke perpustakaan Badan Geologi secara fisik.
Hal ini menjadikan distribusi peta yang dimiliki Pusat Survei Geologi menjadi terbatas dan menghambat akses publik karena membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bahkan akhirnya membuka potensi gratifikasi yang tinggi.
"Terkadang satu stakeholder juga membutuhkan bisa puluhan peta seperti itu. Akhirnya dibuatlah Geomap ini guna menghadirkan sebuah solusi agar publik itu bisa mengakses peta-peta ini secara cepat, efisien dan gratis langsung tanpa tatap muka dan bisa dimanfaatkan lebih luas oleh seluruh Indonesia bahkan internasional," kata Nela, Minggu (9/11).
