Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, memastikan pemilik sepeda motor misterius di Jalan Raya Bandung-Cianjur tepatnya di atas jembatan Cisokan, Kecamatan Sukaluyu atas nama Herman warga Kecamatan Cugenang masih hidup setelah pihak keluarga menemukan keberadaan-nya.
Kapolsek Sukaluyu AKP Akhmad Tri Lesmana di Cianjur Jumat, mengatakan keluarga Herman sempat melakukan pencarian setelah mendapat kabar sepeda motornya ditemukan di atas jembatan Cisokan dengan secarik kertas yang mengindikasikan korban bunuh diri.
"Untuk memastikan keberadaan korban petugas gabungan Basarnas Cianjur sempat melakukan pencarian di aliran Sungai Cisokan, hingga akhirnya pencarian dihentikan setelah pihak keluarga menemukan Herman dan melapor ke Polsek Sukaluyu," katanya.
Dia menjelaskan keterangan keluarga, Herman ditemukan di rumah neneknya di Kecamatan Ciranjang dan sengaja meninggalkan sepeda motor miliknya di pinggir jalan di atas Jembatan Cisokan dengan menyelipkan secarik kertas permohonan maaf.
Herman sengaja menghilang karena mengalami permasalahan keluarga terlebih setelah bercerai dengan istrinya, perbuatan tersebut dilakukan agar pihak keluarga dan mantan istrinya berpikir dia mengakhiri hidup dengan cara terjun ke sungai.
"Dia sengaja melakukan hal tersebut untuk menghilang dan tidak dicari pihak keluarga, namun setelah meninggalkan sepeda motor di pinggir jalan dia pergi ke rumah neneknya dan ditemukan pihak keluarga," katanya.
Bersama paman-nya, Herman dibawa ke Polsek Sukaluyu dan membuat penyataan maaf pada seluruh masyarakat dan petugas gabungan yang sudah sempat melakukan pencarian serta membuat gaduh masyarakat Cianjur atas perbuatannya.
Seperti diberitakan Kepolisian Resor Cianjur mendalami temuan sepeda motor yang terparkir di pinggir Jalan Raya Bandung-Cianjur tepatnya di atas Jembatan Cisokan guna memastikan keberadaan pemilik yang diduga melakukan bunuh diri karena terdapat selembar kertas.
Kapolsek Sukaluyu AKP Akhmad Tri Lesmana, mengatakan selembar kertas berwarna kuning di atas sepeda motor bertuliskan permohonan maaf pada orang tua dan menyatakan takdirnya sudah seperti ini "hapunten abdi mamah bapak tos takdir hirup abdi kudu kieu".
"Kami masih mendalami hal tersebut meski ada indikasi bunuh diri dengan selembar surat yang ditinggalkan di atas sepeda motor dijepit helm, namun belum ada laporan temuan mayat atau laporan orang hilang," katanya.
