Pihaknya pun sudah melakukan pengecekan berkala terhadap kendaraan operasional, perahu karet, dan peralatan evakuasi untuk memastikan seluruh sarana dalam kondisi siap pakai.
“Pengecekan kendaraan operasional serta peralatan evakuasi di Majalengka, sudah dilakukan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Majalengka Agus Tamim menyebut potensi peristiwa hidrometeorologi diprediksi meningkat pada periode November 2025 hingga April 2026.
Ia menjelaskan wilayah selatan di Majalengka seperti Lemahsugih, Bantarujeg, Malausma, Cikijing, Cingambul, Banjaran, Maja, Argapura dan Sindang menjadi titik rawan terjadinya longsor.
Ia mengatakan untuk potensi banjir berada di Kecamatan Ligung, Jatitujuh, Kertajati dan Kadipaten.
“Hingga awal November 2025, BPBD Majalengka mencatat 195 kejadian bencana, sebagian besar berupa longsor dan banjir,” ucap dia.
