Dalam kerja sama itu, kata dia, Gapoktan Sri Makmur membeli seluruh gabah petani Pegambiran, menggilingnya di Indramayu, lalu memasok kembali beras premium semi organik ke pasar Cirebon melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Beras tersebut dijual sekitar Rp14.000 per kilogram, berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga dapat dinikmati masyarakat sebagai produk lokal dengan kualitas yang lebih baik,” katanya.
Ia menuturkan meskipun awalnya mendapat banyak penolakan, program ini kini mulai diterima petani dan berpeluang mendapatkan penguatan berupa alat laboratorium, pompa hingga potensi bantuan drone untuk penyemprotan.
“Hingga Oktober 2025, rata-rata produksi padi Kota Cirebon berada di kisaran 6-6,5 ton per hektare dari total luas lahan sekitar 93 hektare,” ucap dia.
