Moncongnya panjang dan lentur, berfungsi untuk meraih daun atau buah yang sulit dijangkau, sekaligus membantunya bernapas saat menyelam di air.
Namun di balik keunikan itu, kata dia, tapir menyimpan peran penting bagi hutan. Satwa pemalu ini disebut "tukang kebun hutan” karena membantu menyebarkan biji dari buah-buahan yang dimakannya.
Dari kotoran tapir, tumbuh anakan pohon baru, mewarisi hutan yang sehat bagi generasi berikutnya.
Kerja sama antar-lembaga konservasi, kata Ully, menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan satwa ini. Kolaborasi antara kebun binatang/taman safari, balai konservasi, akademisi/peneliti, masyarakat, dan media di berbagai daerah perlu terus diperkuat, mulai dari pertukaran satwa, penelitian genetik, hingga edukasi publik tentang pentingnya peran tapir dalam ekosistem hutan.
Ia mengatakan upaya bersama inilah yang dapat memastikan populasi tapir tetap lestari, baik di lingkungan terkontrol, maupun di habitat alaminya.
Baca juga: Ketua DPRD Jabar harapkan persoalan Bandung Zoo cepat selesai
Baca juga: Pemkot Bandung menerbitkan larangan berkunjung ke Bandung Zoo
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bandung Zoo bersiaga sambut kelahiran bayi Tapir Asia
