"Seal dan baterai accu juga perlu kita cek secara rutin, karena semua komponen tersebut sangat rawan rusak saat musim hujan," kata Yannes.
Yannes menyarankan pemilik mobil tidak sembarangan menyalakan mesin setelah mobilnya kebanjiran, karena dapat menyebabkan kerusakan serius.
"Jangan coba-coba menghidupkan mesin saat kendaraan terendam banjir," katanya.
Menurut dia, menyalakan mesin kendaraan yang terendam banjir bisa memicu water hammer, masuknya air ke ruang bakar. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan piston, stang seher, dan blok mesin.
Selain itu, korsleting berisiko terjadi saat sistem kelistrikan basah dan ini dapat mengakibatkan kerusakan ECU dan komponen elektronik lainnya.
Yannes menyampaikan pula bahwa oli yang tercampur air akan kehilangan daya pelumas. Memaksa mesin bekerja dalam kondisi yang demikian hanya akan memperparah kerusakan komponen mobil.
"Menyalakan mesin justru memperparah kerusakan internal kendaraan," katanya.
"Segera setelah mobil dikeringkan, (sebaiknya mesin) tetap dalam keadaan mati agar bisa diganti oli serta filternya jika ternyata sudah terkontaminasi," ia menambahkan.
Pemeriksaan rutin kondisi komponen kendaraan selama musim hujan dapat menekan risiko kerusakan dan memperpanjang usia kendaraan.
Di samping itu, pemilik kendaraan disarankan memarkir kendaraan di tempat yang diperkirakan aman dari genangan semasa hujan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komponen-komponen mobil yang sebaiknya rutin dicek selama musim hujan
