Tasikmalaya (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) rutin melakukan pengecekan terhadap tangki pendam SPBU untuk mencegah air masuk saat musim hujan yang dikhawatirkan tercampur dengan bahan bakar minyak seperti yang terjadi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Pertamina Patra Niaga Regional JBB terus melakukan monitoring dan inspeksi terhadap infrastruktur SPBU, termasuk sistem tangki pendam agar mencegah kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria dalam keterangannya di Tasikmalaya, Kamis.
Ia menuturkan PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB sudah melakukan pengecekan terhadap SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tasikmalaya yang sebelumnya mendapatkan laporan adanya kandungan air pada Pertalite di SPBU tersebut.
Pertamina, kata dia, selanjutnya melakukan penutupan sementara penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU tersebut, dan meminta SPBU untuk mendirikan posko pengaduan konsumen guna menindaklanjuti laporan masyarakat terdampak.
"Pertamina juga telah meminta pihak SPBU untuk mendirikan posko pengaduan konsumen guna menampung dan menindaklanjuti laporan masyarakat yang terdampak pembelian Pertalite di SPBU tersebut," katanya.
Ia menyampaikan SPBU juga diminta untuk bertanggung jawab terhadap kendaraan bermotor konsumen yang telanjur mengisi BBM kendaraannya menggunakan Pertalite yang bercampur dengan air.
"SPBU bertanggung jawab terhadap keluhan konsumen berupa perbaikan kendaraan bagi pengguna terdampak," katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap persoalan maupun keluhan terkait kualitas BBM dengan menghubungi Call Center Pertamina 135 atau email pcc135@pertamina.com agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sales Branch Manager Ritel 4 Regional JBB wilayah Tasikmalaya–Pangandaran, Faishal Fath menambahkan berdasarkan hasil pengecekan di SPBU Perintis Kemerdekaan terdapat air yang diduga masuk ke dalam tangki pendam akibat malfungsi teknis yang diperparah oleh curah hujan tinggi.
"Untuk penyebabnya ini tidak ada unsur kesengajaan karena pada hari Sabtu kemarin terjadi hujan yang cukup deras, yang kemudian di SPBU ini terdapat malfungsi pada bagian penyimpanan atau tangki pendamnya, yang saat ini sedang dilakukan perbaikan," katanya.
