Bandung (ANTARA) - Institut Teknologi Bandung (ITB) menekankan pentingnya peran pemangku kepentingan pentaheliks (lintas lima sektor) dalam menyelesaikan permasalahan dan melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan pada acara Bandung Sustainability Summit 2025 pada Kamis.
Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara mengatakan dalam melakukan pembangunan berkelanjutan tidak hanya dapat dilakukan oleh salah satu sektor saja, harus berkolaborasi antar-pihak.
"Dalam pembangunan berkelanjutan ini tidak hanya bisa dilakukan oleh akademisi atau pemerintah sendiri saja, harus ada kerja sama antara akademisi, pemerintah, industri, masyarakat kecil, dan termasuk media (pemangku kepentingan pentaheliks)," ujarnya saat diwawancara.
Ia menambahkan kolaborasi antar-sektor menjadi penting karena masalah berkelanjutan bukan hanya persoalan teknik pembangunan, melainkan melibatkan persoalan sosial, ekonomi, dan tata kelola, sehingga harus melibatkan banyak pihak.
"Perlu saya tekankan bahwa masalah berkelanjutan bukan hanya persoalan teknik, tetapi juga persoalan sosial, ekonomi, dan tata kelola. Oleh karena itu kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting, agar setiap gagasan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata," ucapnya.
ITB menyoroti kolaborasi lintas sektor untuk pembangunan berkelanjutan
Kamis, 6 November 2025 16:45 WIB
Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara mengatakan bahwa dalam melakukan pembangunan berkelanjutan tidak hanya dapat dilakukan oleh salah satu sektor saja, harus berkolaborasi antar pihak di Bandung, Kamis (6/11). ANTARA/Ilham Nugraha
