Data ADP dan ISM menunjukkan ekonomi AS masih tangguh, terutama di sektor jasa, namun ada tanda-tanda pelemahan di sektor tenaga kerja kecil dan manufaktur. Kondisi ini berpotensi mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, karena pasar tenaga kerja masih cukup solid.
Pada perdagangan Rabu (05/10) kemarin, bursa saham Eropa ditutup kompak menguat, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,20 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,64 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,42 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 0,08 persen.
Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup kompak menguat pada perdagangan Rabu (5/10), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,48 persen ditutup di level 47.311,00, indeks S&P 500 menguat 0,37 persen ke level 6.796,31, indeks Nasdaq Composite menguat 0,73 persen dan ditutup di level 25.620,03.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 670,73 poin atau 1,34 persen ke 50.883,00, indeks Shanghai menguat 33,50 poin atau 0,85 persen ke 4.003,45, indeks Hang Seng melemah 379,59 poin atau 1,58 persen ke 26.320,50, dan indeks Strait Times menguat 27,26 poin atau 1,07 persen ke 4.464,48.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik
