Kapolda menegaskan, Jawa Barat tidak bisa menangani sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh komponen di bawah kepemimpinan Gubernur.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga menyoroti tantangan budaya masyarakat yang dinilainya masih abai terhadap peringatan dini.
"Culture orang Indonesia ini gak percaya sama BMKG, tidak percaya pada early warning. Tapi lamun geus boga batu (Tapi kalau sudah kena bencana), baru percaya. Ini harus dibenerin. Kita punya komponen darat, laut, udara, dan kepolisian. Mudah-mudahan menjadi jalan bagi penyelesaian berbagai problem masalah yang ada," tuturnya.
Dalam apel ini sendiri, diturunkan sebanyak 2.500 personil gabungan, mulai dari Polri, TNI, BPBD dan juga relawan yang diikutsertakan.
