Di sisi lain, penguatan indeks dolar AS dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed menekan mata uang emerging markets, termasuk rupiah. Meski begitu, yield SBN 10 tahun turun ke 6,15 persen, yang menandakan adanya minat beli di pasar obligasi.
Pada perdagangan Selasa (04/11), bursa saham Eropa ditutup mayoritas melemah, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,26 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,14 persen, indeks DAX Jerman melemah0,76 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,52 persen.
Bursa saham AS di Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan Selasa, di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,53 persen ditutup di level 47.085,24, indeks S&P 500 melemah 1,17 persen ke level 6.771,74, indeks Nasdaq Composite melemah 2,07 persen dan ditutup di level 25.435,70.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 2.062,20 poin atau 3,93 persen ke 49.480,00, indeks Shanghai melemah 20,99 poin atau 0,54 persen ke 3.983,25, indeks Hang Seng melemah 280,40 poin atau 1,25 persen ke 25.665,50, dan indeks Strait Times melemah 48,63 poin atau 1,10 persen ke 4.373,07.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG melemah ikuti bursa kawasan Asia dan global
