Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 6,59 persen (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya 6,44 persen (yoy).
“Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah,” kata Ramdan.
Adapun kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) pada Oktober 2025 mengalami inflasi sebesar 0,10 persen (mtm), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,06 persen (mtm).
Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh komoditas sigaret kretek mesin dan tarif angkutan udara, seiring dengan berlanjutnya kenaikan harga jual eceran rokok serta peningkatan harga avtur.
Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 1,45 persen (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,10 persen (yoy).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BI: Inflasi Oktober terjaga, hasil konsistensi moneter & sinergi GNPIP
