Hanya ruang bersih dan hening yang mendukung kekhusyukan bagi jamaah.
Sementara lampu gantung sederhana yang memancarkan pijar cahaya putih menghadirkan ketenangan.
"Masjid ini sederhana, tapi kayak menyimpan sejarah panjang di dalamnya," kata Agus, bercerita.
Pada kesempatan itu, banyak dari peziarah yang melakukan shalat, khusyuk berdoa, maupun melakukan swafoto di dalam masjid.
Keberadaan masjid ini, seperti cerminan dari sosok Ali bin Abi Thalib yang sederhana, namun memancarkan wibawa.
Masjid Ali seakan berdiri untuk mengingatkan bahwa keindahan sejati justru lahir dari kesederhanaan, sebagaimana selalu dicontohkan dalam perilaku keseharian Ali bin Abi Thalib semasa hidup.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Masjid Ali bin Abi Thalib, cerminan kesederhanaan di Kota Nabi
