"Karenanya jadi krusial sebetulnya deteksi dini itu, mengingat saat ini angka kejadian pasien datang berobat dalam keadaan sudah terjadi penyebaran (metastase) masih banyak ditemui di rumah sakit," ujarnya.
Sementara itu, dokter Spesialis Bedah Tumor, Monty P Soemitro Sp B(K) Onk M.Kes, MMRS, menekankan bahwa perbedaan dari jenis kanker payudara sangat berpengaruh terhadap respons pengobatan kanker payudara yang terdiri dari pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi.
"Akan tetapi, jenis dan karakteristik kanker payudara yang ditentukan melalui pemeriksaan jaringan pasca pembedahan diketahui sangat berperan menentukan terapi selanjutnya," katanya.
Menurut dr Franky Sandjaja SpOnk Rad, metode radioterapi termasuk salah satu modalitas terapi kanker payudara, di mana metode tersebut dapat melengkapi tindakan pembedahan serta kemoterapi, dan seiring perkembangan zaman, terapi modern itu kini mampu menyasar sel kanker tanpa merusak jaringan sehat.
"Radioterapi saat ini dapat dilakukan secara lebih presisi, dan mengurangi efek samping kepada pasien," ucapnya.
Ditemui selepas seminar, Monty P Soemitro mengatakan masalah biaya pengobatan kanker payudara yang tak murah, masih jadi isu di tengah masyarakat.
Namun dengan fasilitas USG yang kini sudah banyak tersedia di sebagian besar puskesmas dan dokter umum turut mendapatkan pelatihan rutin untuk mendeteksi kelainan payudara, dinilai dapat menekan biaya pengobatan karena kanker bisa ditemukan lebih awal.
Adapun Indra Wijaya, menyampaikan tantangan terbesar masih berasal dari masyarakat, akibatnya banyak pasien baru memeriksakan diri ketika sudah muncul gejala berat. Sehingga edukasi langsung ke sekolah, komunitas, dan yayasan akan membantu memperluas penyebaran informasi.
"Karenanya dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat lebih award dan sadar akan pentingnya deteksi dini. Dan sebagai rekomendasi, masyarakat bisa mengakses sumber informasi kesehatan terpercaya atau konsultasi dengan fasilitas kesehatan," ujar Marvin Marino dalam peringatan Bulan Peduli Kanker Payudara Sedunia dan peringatan 104 tahun Borromeus iitu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Jabar: 30 persen kasus kanker perempuan adalah kanker payudara
