"Kolaborasi ini menjadi kunci agar anak-anak dari Desil 1 dan 2, atau keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, bisa memperoleh pendidikan yang layak,” ujarnya.
Ia menuturkan Sekolah Rakyat di Kota Cirebon memiliki empat rombongan belajar (rombel) yang terdiri dari dua tingkat dasar (SD) dan dua jenjang menengah (SMA).
Namun, kata dia, karena beberapa siswa mengundurkan diri, kini tersisa tiga rombel aktif dengan total sekitar 75 anak yang seluruhnya tinggal di asrama.
Seluruh murid, lanjut dia, kini tinggal dalam asrama agar mereka fokus belajar dan mendapatkan lingkungan pembinaan yang lebih baik.
“Awalnya ada 100 siswa, tapi ada anak mengundurkan diri. Saat ini masih berjalan tiga rombel aktif,” tutur Santi Rahayu.
Baca juga: Wapres Gibran meninjau pusat distributor pangan Jabar-Jatim di Cirebon
Baca juga: Kunker di Cirebon, Wapres Gibran: Presiden Prabowo setuju bentuk Ditjen Pesantren
Baca juga: Kunker di Cirebon, Wapres Gibran ajak santri kuasai sains dan teknologi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinsos ungkap perhatian Wapres pada Sekolah Rakyat di Cirebon
