Namun, ia menekankan bahwa 15.000 pasien, termasuk 4.000 anak-anak, memerlukan perawatan di luar Gaza, dan mendesak negara-negara lain untuk menerima lebih banyak pasien.
Ia mendesak pembukaan semua penyeberangan, termasuk Rafah, yang seharusnya dibuka minggu lalu, dan menambahkan bahwa "sejumlah besar bantuan telah terkumpul di Al-Arish, Mesir yang siap memasuki Gaza segera setelah penyeberangan dibuka."
Menurut Tedros, rencana gencatan senjata 60 hari WHO membutuhkan $45 juta (sekitar Rp 748,1 miliar) untuk mempertahankan layanan penyelamatan jiwa, memperkuat pengawasan penyakit, dan mengoordinasikan mitra. Namun, ia memperingatkan bahwa membangun kembali sistem kesehatan Gaza "akan menelan biaya setidaknya $7 miliar (sekitar Rp 116,38 triliun)."
Lebih dari 170.000 orang terluka, termasuk 5.000 orang yang diamputasi dan 3.600 orang dengan luka bakar parah, sementara sekitar satu juta orang membutuhkan perawatan kesehatan mental, katanya.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: WHO: Gaza masih dilanda kelaparan meski gencatan senjata berlaku
